Kota Jayapura adalah Ibukota Provinsi Papua. Kota ini menyimpan banyak pesona alam yang mengagumkan dan tersembunyi sehingga masih banyak orang yang belum mengtahui akan keindahannya. Mulai dari berbagai macam objek wisata yang memanjakan mata.
Kota Jayapura dari ketinggian
Kota Jayapura memiliki relief permukaan tanah yang bervariasi berupa dataran landai hingga perbukitan dan pegunungan. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika Kota Jayapura mempunyai beragam tempat wisata.
Berikut ini adalah kumpulan daftar tempat wisata di Jayapura yang wajib dikunjungi saat berada di kota ini.
Pantai Base-G
Cantik dan indah adalah dua kata yang bisa kita gunakan untuk mendeskripsikan keindahan salah satu tempat wisata di Jayapura ini. Pantai Base G yang berada di Tanjung Ria, Jayapura Utara, Kota Jayapura, ini bisa kita masukan kedalam daftar pantai terindah di Indonesia. Jaraknya yang hanya 10 Km dari Jayapura dan bisa kita tempuh dalam waktu kurang dari 20 menit, memang membuat kawasan wisata ini tak pernah sepi dengan yang namanya pengunjung.
Pantai Base-G
Mereka yang datang berkunjung ke pantai ini adalah orang-orang yang ingin mencari ketenangan dan kenyamanan untuk sejenak lepas dari segala pemikiran yang ada. Pantai ini sendiri merupakan salah satu bagian yang sangat penting pada masa Perang Dunia II. Pantai ini adalah salah satu camp pendaratan pasukan sekutu yang berada di papua. Karena kondisi tersebut maka masyarakat lebih mengenal kawasan ini sebagai pantai Base G dari pada nama aslinya sendiri yaitu pantai Tanjung Ria. Jika kalian ingin merasakan keindahan pantai ini, maka kalian bisa datang pada saat pagi hari, terutama saat menjelang matahari terbit. Pada waktu tersebutlah pantai yang satu ini akan menunjukan keindahan aslinya kepada kita.
Pantai Holtekamp
Pantai Holtekamp bisa menjadi destinasi wisata alternatif yang menyenangkan. Kamu bisa menyaksikan pasir pantai yang putih dan nyiur di tepian yang melambai tertiup angin. Langit yang biru bersih akan semakin menambah keindahan pantai.
Cafe di pinggirPantai Holtekamp
Fasilitas yang ada di Pantai Holtekamp relatif lengkap. Kamu akan mendapati semak-semak yang cukup lebat di tempat ini, namun itu bisa menambah nuansa hijau jika difoto dengan angle tepat.
Puncak Jayapura City
Dari atas Puncak Jayapura City kamu bisa menyaksikan lanskap Kota Jayapura yang sangat menakjubkan. Saat siang hari, kamu akan disajikan panorama bangunan berjajar yang tampak mungil dari ketinggian serta birunya laut dan pelabuhan yang ramai dengan aktivitas pelayaran.
Puncak Jayapura City
Puncak Jayapura City paling indah disaksikan di malam hari, karena akan dihiasi lampu-lampu yang menyala di tengah kegelapan. Untuk menikmati pemandangan ini, para pengunjung bisa mengunjungi Puncak Jayapura City dimana panorama perkotaan bisa disaksikan dari ketinggian. Di puncak ini juga terdapat gazebo bersantai dan beberapa kedai yang menjual makanan.
Pantai Hamadi
Wilayah yang masih berada di pusat kota Jayapura menjadikan Pantai Hamadi mudah untuk dijangkau dan dekat dengan pusat kegiatan masyarakat Jayapura. Hal ini pula yang membuat Pantai Hamadi menjadi obyek wisata terkenal di ibukota propinsi Papua ini. Pantai yang membentang luas, pasir berwarna keemasan dan cerita sejarah di balik Hamadi, sangat cukup membuat pantai ini semakin mempesona.
Pantai Hamadi
Selain nilai sejarahnya, pantai ini sekarang juga menjadi obyek wisata yang ramai dikunjungi wisatawan lokal dan luar Jayapura. Mereka biasanya menghabiskan waktu liburan Sabtu-Minggu di tempat ini bersama keluarga maupun teman-teman. Berenang, berolahraga, atau hanya sekedar bercengkrama menjadi aktifitas mereka sambil menikmati indahnya pemandangan sekitar. Pantai Hamadi sangat cocok untuk bersantai di kala sore hari sambil menunggu datangnya malam di kota Jayapura.
Pantai Dok II
Pantai Dok II merupakan salah satu objek wisata di Kota Jayapura. Lokasinya persis di depan Kantor Gubernur Provinsi Papua di Jalan Soa Siu Dok II. Di tepi pantai terdapat sebuah tempat duduk permanen yang memanjang atau biasa di singkat oleh masyarakat sekitar menjadi “Kupang” yang berarti bangku panjang. Bangku ini sering digunakan pengunjung sebagai tempat beristirahat dan bersantai sambil melihat laut luas dan pulau-pulau kecil di depannya.
Pantai Dok II Jayapura
Pemandangan ini akan semakin indah jika dilihat pada malam hari, karena lampu-lampu kapal yang menerangi lautan dapat membuat kesan yang romantis. Jika menjelang liburan, tempat ini akan semakin ramai dikunjungi oleh wisatawan yang hendak refreshing. Untuk menuju Pantai Dok IIini ada banyak alternatif. Ada kendaraan umum seperti angkot. Bisa pula menggunakan ojek motor. Jika Anda berombongan, maka akan lebih praktis dan menghemat waktu serta uang jika menyewa mobil.
Pulau Biak tentunya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat di Papua karena pada masa Perang Dunia II, pulau ini dijadikan ajang pertempuran yang sengit antara pasukan Sekutu melawan bala tentara Jepang.
Itu sebabnya, banyak situs bersejarah yang bersebaran di kawasan Pulau Biak. Selain memiliki cukup banyak situs bersejarah, Pulau Biak yang secara geografis terletak di Teluk Cenderawasih dan terbentuk dari gugusan pulau, membuat wilayahnya dikelilingi oleh pesona alam yang memukau. Tidak heran jika kabupaten ini memiliki potensi yang besar pada sektor pariwisata.
Berikut ini adalah objek wisata yang ada di Pulau Biak.
Pantai Bosnik
Pantai Bosnik terletak di Desa Woniki, Biak Timur. Inilah tempat wisata paling populer di Biak Numfor karena lokasinya memang tidak begitu jauh dari pusat kota. Itu sebabnya masyarakat Biak banyak yang menghabiskan waktu libur mereka di pantai ini. Bahkan, pada saat musim liburan, wisatawan dari luar kota dan dari mancanegara banyak yang berdatangan untuk menikmati keindahan Pantai Bosnik.
Pemandangan Pantai Bosnik
Daya tarik dari pantai ini terdapat pada hamparan pasir putih yang dikelilingi pepohonan rimbun serta terumbu karangnya yang menawan. Saat berada di kawasan pantai, pengunjung juga dapat menikmati indahnya pulau-pulau kecil yang tersebar di tengah laut.
Sehingga, selain berjemur dan menikmati indahnya pemandangan, wisatawan juga dapat melakukan aktifitas menarik lainnya, seperti menjelajah kawasan perairan dengan menggunakan perahu, memancing, berenang serta snorkeling.
Pantai Tamasya
Terletak di Distrik Ondek, Biak Timur, pantai ini menjadi destinasi favorit anak-anak muda di Biak Numfor. Mungkin karena pantainya yang menyuguhkan suasana romantis, terlebih pada malam hari.
Pantai Tamasya
Dengan lokasi yang cukup jauh dari kawasan perkotaan, membuat Pantai Tamasya hampir selalu sepi pada hari-hari biasa kecuali warga setempat yang memanfaatkannya untuk melepas lelah. Namun pada saat hari libur, objek wisata ini selalu dibanjiri oleh pengunjung.
Pantai Impendi
Ada yang unik dari pantai yang terletak di sisi Selatan Pulau Biak ini, yaitu adanya anak-anak tangga yang harus dilalui oleh pengunjung untuk bisa sampai ke bibir pantai. Masyarakat setempat menyebutnya “tangga seribu”.
Tangga-tangga di Pantai Impendi
Pantai Impendi praktis hanya menyuguhkan keindahan alam serta berbagai aktifitas yang dapat dilakukan wisatawan di tepi pantai. Karena untuk aktifitas yang dilakukan di kawasan perairan seperti berenang, surfing apalagi menyelam. Karena selain ombaknya yang besar, pantai ini juga dihiasi oleh karang-karang yang terjal.
Satu hal yang menarik dari Pantai Impendi adalah adanya tebing-tebing batu yang memiliki goa-goa yang unik. Goa-goa tersebut dapat digunakan untuk beristirahat oleh para pengunjung sembari menikmati pemandangan di kawasan pantai.
Pantai Anggaduber
Pantai berpasir putih dengan ombaknya yang tenang ini sangat menarik untuk aktifitas diving dan snorkeling karena kawasan perairannya memiliki terumbu karang dan biota laut dengan berbagai jenis.
Keindahan Pemandangan Pantai Anggaduber
Batu-batu karang yang menjorok ke tengah laut di Pantai Anggaduber, juga lokasi yang menyenangkan bagi para pengunjung utamanya anak-anak untuk digunakan sebagai landasan saat melakukan atraksi lompat indah.
Pantai Anggaduber berjarak kurang lebih 40 km dari Kota Biak, tepatnya di Distrik Ondek, Desa Anggaduber, Biak Timur. Untuk menuju ke lokasi tersebut wisatawan dapat menyusuri Jalan Bosnik Raya serta melewati beberapa objek wisata lainnya yang juga menarik.
Pantai Soryar
Terletak jauh dari kawasan kota, membuat keindahan Pantai Soryar jadi terkesan alami. Hamparan pasir berwarna putih terlihat bersih karena tidak ternoda oleh sampah. Sepinya para pengunjung membuat wisatawan yang datang ke sini justru dapat lebih menikmati keindahan sekeliling, karena pantai yang sangat menawan ini seolah menjadi milik pribadi.
Keindahan Pantai Soryar
Sesuatu yang menarik dari Pantai Soryar dapat ditemui ketika air laut sedang surut. Pada saat itu permukaan laut seperti sebuah cermin raksasa dengan bingkai tebing-tebing batu yang mengelilinginya.
Pantai Wari
Dengan menggunakan mobil dan berangkat dari pusat Kota Biak, wisatawan hanya butuh waktu sekitar satu jam untuk sampai di Pantai Wari Biak yang secara administratif menjadi bagian dari Desa Yobdi, Biak Utara.
Pantai Wari
Meski pantai ini masih belum dikelola secara profesional, namun penduduk setempat memiliki kesadaran wisata yang cukup tinggi. Mereka mendirikan pondok-pondok tradisional yang disewakan kepada wisatawan serta membangun kamar mandi dan WC.
Pantai Wari Biak yang memiliki pemandangan eksotis dengan pasir putihnya yang tebal cukup aman untuk digunakan beraktifitas, karena memiliki pesisir yang landai, ombak yang tenang dan tidak terlalu banyak karang. Wisatawan bebas memilih, apakah ingin mandi dan berenang di air laut atau menikmati segarnya air tawar, karena tidak jauh dari pesisir pantai, dapat ditemui muara sungai dengan air tawarnya yang segar.
Pantai Marauw
Pantai yang ada di daerah Bosnik atau di sisi Timur Pulau Biak ini juga menjadi tempat wisata andalan Biak Numfor, karena banyak dikunjungi wisatawan dari luar pulau bahkan wisatawan mancanegara.
Pantai Marauw
Banyaknya wisatawan yang ingin menikmati keindahan Pantai Marauw, membuat sejumlah investor menanamkan modalnya di kawasan ini. Hal tersebut dapat dilihat dari dibangunnya Hotel Maraw yang berbintang 4 tidak jauh dari lokasi pantai.
Namun sayang, dalam perjalanan waktu, ada kesalahan strategi dalam pengembangan pariwisata di kawasan ini, sehingga hotel tersebut hanya dapat bertahan 2 tahun sebelum akhirnya gulung tikar.
Pantai Batu Picah
Tidak hanya di Biak Numfor, nama Pantai Batu Picah juga cukup populer di telinga masyarakat Papua karena keeksotisannya. Berhiaskan karang-karang dengan berbagai bentuk, ombak yang ada di pantai ini begitu besar, sehingga tatkala ombak tersebut menghantam karang, suaranya begitu nyaring terdengar. Itu sebabnmya penduduk setempat juga menamakan pantai dengan dengan sebutan Pantai Gong.
Pantai Batu Picah
Pantai batu Picah berlokasi di Distrik Warsa, yang berjarak sekitar 75 km dari Kota Biak. Di sini sudah tersedia berbagai fasilitas bagi para wisatawan, seperti warung-warung dan toko-toko yang menjual makanan dan berbagai keperluan wisatawan.
Air Terjun Wafsarak
Tidak hanya wisata pantai, Biak Numfor juga memiliki wisata air terjun yang sangat menawan, yakni Air Terjun Wafsarak. Berlokasi di distrik Warsa, air terjun yang memiliki ketinggian 10 meter ini airnya tidak berwarna biru sebagaimana umumnya melainkan berwarna hijau.
Air Terjun Wafsarak
Akses menuju ke kokasi air terjun ini sebenarnya cukup mudah karena hanya butuh berjalan kaki sejauh sekitar 200 meter dari jalan raya dengan tiket hanya Rp.10.000 perorang. Namun entah kenapa, keindahan yang ditawarkan Air Terjun Wafsarak ini masih belum mampu menyedot banyak pengunjung. Sehingga hanya hari-hari tertentu saja destinasi wisata ini dikunjungi banyak wisatawan.
Bukit Satu
Wisata kekinian dengan menjual spot-spot menawan untuk dijadikan latar belakang foto, tidak hanya marak di Pulau Jawa, tapi juga di Papua, salah satunya adalah Bukit Satu yang lokasinya sekitar 2,5 km dari pusat Kota Biak.
Bukit Satu, Biak
Berada di atas ketinggian, membuat pengunjung yang menginjakkan kaki di Bukit Satu akan dapat menikmati landmark Kota Biak, mulai dari Pelabuhan Laut Biak Kota sampai sampai dengan Bandara Frans Kaisiepo.
Pada malam hari, tempat ini menghadirkan suasana yang romantis dengan berpadunya gemerlap lampu-lampu yang ada di kota dengan taburan bintang-bintang yang ada di angkasa.
Monumen Perang Dunia KEDUA (The Second World War Monument)
Monumen Perang Dunia Ke II
Monumen Perang Dunia Kedua adalah salah satu objek wisata bersejarah yang masih menyimpan sejumlah peralatan perang. Berbagai aksesori yang digunakan tentara Sekutu dan Jepang saat perang berikut tulang belulang dari Tentara Sekutu maupun Jepang disimpan dengan rapi di sini. Monumen yang terletak di Kampung Paray, Distrik Biak Timur, Papua itu juga merupakan tempat ikonik wisatawan untuk berpose di Biak. Dalam kawasan Monumen Perang Dunia Ke II secara garis besar terdiri dari beberapa bagian seperti pada bagian utama berupa tembok yang dibuat sedikit melengkung terlihat tulisan “MONUMEN PERANG DUNIA KE II” dalam tiga bahasa Indonesia, Inggris dan Jepang.
Pada bagian depan terdapat delapan batu besar dengan bentuk dan ukuran bervariasi yang letaknya di atas semacam Altar dengan menghadap potongan patok beton yang tersusun rapih melambangkan para prajurit tentara Jepang sedangkan delapan batu besar tersebut melambangkan delapan Jenderal Jepang yang gugur di medan perang. Monumen tersebut dibangun berdasarkan atas kesepakatan Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Jepang pada tanggal 24 Maret 1994.
Kuliner di Biak
Papeda, makanan khas Papua
Papeda adalah makanan khas Papua yang begitu populer dan digemari oleh banyak penduduk di Biak. Makanan pokok khas Papua ini merupakan warisan kuliner yang diturunkan dari generasi ke generasi. Rasa dari papeda pada umumnya adalah tawar. Cara menghidangkan makanan ini ada banyak cara. Orang Papua biasanya menyantap papeda bersama kuah bening dan ikan bakar. Selain menggunakan ikan bakar, papeda juga tak kalah nikmat apabila disajikan bersama ikan kuah kuning.
Roti Aru
Jangan lupa dengan roti Aru. Roti Aru adalah salah satu oleh-oleh yang terkenal di Biak. Toko roti yang sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda ini menyediakan roti dan kue sebagai oleh-oleh. Roll gulung dan roti roll manis bisa menjadi pilihan dengan harga masing-masing Rp 40.000 dan Rp 10.000. Ada juga nastar dengan harga Rp 3.000 per potong.